Berita  

Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Dihentikan, Ini Alasannya

Basarnas menghentikan penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 setelah operasi memasuki hari ke-21, Sabtu, 3 Oktober 2026. Meski pencarian di dalam badan kapal dihentikan, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan menyisir wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut.

Keputusan itu diambil setelah evaluasi terhadap kondisi korban, kapal, serta keselamatan penyelam. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, perubahan kondisi jasad korban membuat operasi bawah air tidak lagi efektif dilakukan dengan metode yang sama.

Kondisi kapal dan korban berubah

Syafii menjelaskan, pada beberapa hari pertama setelah kapal tenggelam, sebagian korban yang berada di dalam kapal masih memungkinkan untuk terapung. Kondisi itu membuat korban dapat diterima di permukaan laut setelah berhasil dikeluarkan oleh tim penyelam.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.

Namun, kondisi tersebut berubah seiring struktur kapal yang terus mengalami perubahan sejak hari pertama pencarian. Korban yang dikeluarkan dari dalam kapal kini berisiko terurai, sehingga proses evakuasi bawah air dinilai tidak lagi efektif jika diteruskan dalam keadaan tersebut.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujar Syafii.

Selain persoalan kondisi korban, situasi badan kapal juga menjadi pertimbangan keselamatan. Tim penyelam telah melakukan kemampuan maksimal penyelaman terhadap kapal, tetapi dalam tiga hari terakhir tidak menemukan korban tambahan. Masih ada bagian kapal yang belum tersentuh, termasuk lambung kiri. Namun, bagian dalam dan badan kapal dinilai sangat labil sehingga membahayakan penyelam.

Pencarian korban hanyut tetap berjalan

Basarnas berharap pemilik kapal segera melaksanakan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal. Langkah itu diperlukan untuk memastikan keberadaan korban yang masih mungkin berada di dalam kapal sekaligus membuka peluang evakuasi dalam kondisi yang lebih memungkinkan setelah kapal diangkat dari dasar laut.

Untuk sementara, pencarian dialihkan ke wilayah yang berpotensi menjadi tempat korban terbawa arus laut. Area operasi mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sebanyak 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Source link