Rusia menyatakan dukungannya kepada Iran dalam menghadapi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak hanya melalui pernyataan politik, tetapi juga lewat langkah diplomatik di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran, IRIB, pada Sabtu.
Medvedev mengatakan Moskow berupaya mencegah munculnya legitimasi internasional terhadap serangan yang ditujukan kepada Iran. Menurut dia, bentuk dukungan tersebut mencakup penyampaian sikap politik Rusia serta pemblokiran langsung terhadap resolusi DK PBB yang dinilai dapat membenarkan serangan terhadap Teheran.
“Upaya diplomatik kami sangat dihargai oleh kepemimpinan Iran. Hal itu benar-benar penting, baik pernyataan politik maupun, dalam beberapa kasus, pemblokiran langsung resolusi DK PBB yang dapat melegitimasi serangan terhadap Iran oleh masyarakat internasional,” kata Medvedev, dikutip pada Minggu (4/10/2026).
Ia kemudian menegaskan bahwa tindakan tersebut, menurut pandangannya, merupakan bentuk bantuan kepada Iran. “Jika bukan bantuan langsung, lalu apa?” ujar Medvedev dalam wawancara tersebut.
Kerja sama pertahanan dan teknologi
Selain dukungan diplomatik, Medvedev menyebut hubungan Rusia dan Iran berkembang melalui kerja sama di sektor pertahanan dan teknologi tinggi. Ia menggambarkan hubungan kedua negara sebagai kerja sama yang saling menguntungkan, tanpa merinci bentuk bantuan pertahanan yang dimaksud.
Salah satu proyek yang disebut adalah pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran. Pembangkit tersebut dibangun oleh Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia. Penyebutan proyek Bushehr menjadi contoh keterlibatan Rusia dalam sektor teknologi dan energi Iran.
Medvedev juga menyinggung kerja sama di bidang minyak. Ia mengatakan investasi perusahaan-perusahaan Rusia turut mendukung produksi minyak Iran.
“Saya juga tidak bisa melewatkan kerja sama di sektor minyak. Saat ini, berkat investasi perusahaan-perusahaan Rusia, Iran memproduksi sekitar tujuh persen dari total produksi minyaknya,” kata dia.
Dukungan di tengah konflik
Pernyataan Medvedev menempatkan hubungan Rusia-Iran dalam konteks konflik Iran dengan AS dan Israel. Dalam keterangannya, ia menekankan peran diplomasi dan sikap Rusia di forum internasional sebagai bagian dari dukungan terhadap Teheran.
Ia juga mengaitkan dukungan tersebut dengan hubungan ekonomi dan teknologi yang telah berjalan antara kedua negara. Kerja sama itu mencakup proyek energi nuklir, investasi minyak, serta sektor pertahanan dan teknologi tinggi.
Medvedev tidak menyebutkan rincian mengenai bentuk bantuan langsung selain langkah diplomatik yang ia paparkan dalam wawancara tersebut. Pernyataannya dikutip pada Minggu (4/10/2026) setelah disampaikan kepada IRIB sehari sebelumnya.












