portal terpopuler,prabowo subianto yang humanis,berani dan tegas
Berita  

Heru Budi Meminta BPBD Jakarta Menggunakan Rekayasa Cuaca untuk Mengatasi Polusi

Heru Budi Meminta BPBD Jakarta Menggunakan Rekayasa Cuaca untuk Mengatasi Polusi

Jumat, 21 Juni 2024 – 15:58 WIB

Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan arahan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta untuk melakukan rekayasa cuaca demi mengatasi polusi udara yang memburuk.

Baca Juga:

Heru Budi Ingin Pelaku Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda Ditindak, Apapun Motifnya

“Jadi BPBD saya minta untuk bisa melakukan beberapa rekayasa cuaca supaya bisa menurunkan masalah situasi kondisi Jakarta saat ini,” ujar Heru Budi kepada wartawan di Jakarta Barat, Jumat, 21 Juni 2024.

Di sisi lain, Heru Budi meminta kepada seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kualitas udara di Jakarta agar bersih dari polusi. “Semuanya kita mengatasi dengan ya supaya udara Jakarta bersih ya,” katanya.

Baca Juga:

KLHK Bongkar Penyebab Udara Jabodetabek Buruk: Emisi Kendaraan, PLTU hingga Pembakaran Terbuka

Sebelumnya, kualitas udara di DKI Jakarta, mengutip data situs pemantau kualitas udara IQAir, pada Rabu pagi menjadi yang terburuk ketiga di dunia.

Berdasarkan pantauan pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 177 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5, yang berarti masuk kategori tidak sehat.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Delhi, India dengan indeks kualitas udara di angka 302, kemudian di urutan kedua diikuti Kinshasa, Kongo di angka 251 dan di urutan keempat diikuti Kumpala, Uganda di angka 176.

Sementara itu, Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta juga berada pada kategori tidak sehat.

Kategori kualitas udara tersebut berarti tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Exit mobile version