Sebuah video yang menampilkan Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Sunarso, dari Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Sunarso terlihat mengambil tindakan mandi di kubangan jalan rusak yang terendam air dan lumpur sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan belum diperbaiki. Aksi yang dilakukan Sunarso secara spontan sebagai respons terhadap keluhan warga terkait kondisi jalanan yang tidak kunjung mendapatkan perbaikan.
Sunarso, mengenakan seragam dinas kepala desa, menyatakan bahwa dia tanpa sengaja terlibat dalam protes ini dan hanya ingin berangkat kerja tetapi malah terjatuh dan terendam lumpur. Kerusakan jalan yang dialami oleh warga sudah berlangsung cukup lama, tidak pernah diperbaiki selama puluhan tahun, dan telah menyebabkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melewati jalur tersebut. Kondisi jalan yang rusak juga sering membuat kendaraan roda empat terjebak dan tersangkut.
Jalan rusak tersebut memiliki panjang sekitar 6 kilometer dan terakhir kali dibangun sekitar 24 tahun yang lalu. Meski ada harapan pembangunan setelah adanya spanduk yang menyatakan akan direnovasi pada tahun 2025, namun hingga awal 2026, belum ada tindakan nyata perbaikan yang dilakukan. Sunarso juga mengungkapkan bahwa jalan rusak ini sangat vital karena menjadi akses ke berbagai kegiatan sehari-hari, seperti sekolah, pasar, dan pelayanan kesehatan. Anak-anak sekolah bahkan terpaksa tidak memakai sepatu saat melintas karena kondisi jalanan yang berlumpur, menambahkan kesulitan bagi warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari.












