Berita  

Penanganan Cepat Pascagempa di Malut-Sulut: Basarnas Kerahkan 3 Kantor SAR

Penanganan cepat pascagempa bumi 7,6 magnitudo di Maluku Utara dan Sulawesi Utara memicu peringatan dini tsunami, yang mendorong Basarnas untuk mengerahkan personel penuh dari tiga Kantor SAR. Kantor SAR yang terlibat berlokasi di Sulawesi Utara, Maluku, dan Palu segera bergerak bersama TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR lainnya untuk memastikan kesejahteraan warga dan dampak kerusakan akibat gempa.

Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, menjelaskan bahwa tim di lapangan sedang melakukan asesmen cepat untuk mengevaluasi dampak kejadian, termasuk terhadap korban dan bangunan. Saat ini, telah dilaporkan satu korban meninggal dunia dan satu korban sedang dalam proses perawatan.

Upaya evakuasi warga terdampak gempa diharapkan dapat dipercepat melalui kesiagaan personel SAR. Dengan sistem informasi terintegrasi dengan BMKG dan BNPB, respons cepat dapat dilakukan untuk meminimalkan kerugian akibat bencana susulan. Basarnas menjalankan tugasnya sesuai koordinasi dengan BNPB dan terus melakukan asesmen terhadap warga serta bangunan yang terdampak.

Gempa bumi yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan peringatan dini tsunami, namun berakhir pada pukul 09.56 WIB. Hal ini memungkinkan tim SAR gabungan untuk mulai mengidentifikasi wilayah terdampak guna memberikan bantuan yang diperlukan. Hingga saat ini, upaya mitigasi darurat terus dilakukan, termasuk persiapan jembatan sementara dan koordinasi lintas lembaga untuk menjaga jalur logistik ke wilayah terdampak gempa di Sulut dan Malut.

Source link