Warga sekitar dan pengguna transportasi merasa khawatir dengan maraknya aksi pencopetan di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Para saksi telah mengungkapkan bahwa aktivitas mencurigakan di area JPO telah menjadi hal yang umum, dengan orang-orang asing yang berkumpul secara teratur dan diduga sebagai pelaku aksi kejahatan jalanan. Hal ini membuat masyarakat sekitar merasa tidak nyaman dan berharap agar aparat berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini.
Para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintasi JPO di daerah tersebut juga merasa khawatir dan takut, terutama setelah mendengar kabar pencopetan yang marak. Mereka menyoroti kondisi JPO yang sering dipadati orang-orang asing dan mencurigakan, menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi para pengguna. Keberadaan sekelompok orang yang tampak mencurigakan di sekitar JPO juga menjadi perhatian, dengan banyak yang duduk tanpa aktivitas jelas.
Untuk mengantisipasi tindakan pencopetan, para pengguna transportasi harus lebih waspada dengan barang bawaan mereka. Beberapa di antaranya bahkan mengubah kebiasaan mereka dengan memindahkan tas ke bagian depan tubuh saat melintas di area tersebut. Dengan adanya kekhawatiran ini, para pengguna transportasi berharap adanya peningkatan pengawasan di area JPO dan kehadiran petugas keamanan agar mereka merasa lebih aman. Keprihatinan atas tindakan kriminal ini juga terlihat dari aksi salah satu pelaku pencopetan yang terekam dalam media sosial.
Tindakan seperti ini semakin memperkuat harapan masyarakat untuk adanya penertiban dan peningkatan keamanan di sekitar JPO Stasiun Jatinegara, guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan dan meningkatkan rasa aman bagi para pengguna transportasi. Selain itu, upaya pencegahan tindakan pencopetan juga perlu dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dan aparat berwenang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.












