Rektor UHN Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Pada Kongres Nasional PMKRI ke-34 di Unika Indonesia St Paulus Ruteng, Flores, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said mengajak aktivis mahasiswa untuk membangun kepemimpinan intrinsik. Kepemimpinan ini didasari oleh nilai dan karakter yang dibangun sendiri oleh individu dari waktu ke waktu.
Situasi Bangsa yang Membutuhkan Pembenahan
Saat berbicara di acara tersebut, Sudirman mengungkapkan bahwa meskipun ada kemajuan yang dicapai oleh bangsa, namun kondisinya saat ini tidaklah baik. Data menunjukkan angka yang melawan proyeksi Indonesia Emas 2045. Selama sepuluh tahun terakhir, meski pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5 persen per tahun, peringkat Indeks Persepsi Korupsi justru menurun dari 88 menjadi 109.
Optimisme yang Tetap Ada
Meskipun demikian, Sudirman tetap optimis dengan menyebut sejarah bangsa Indonesia yang selalu digerakkan oleh kaum muda dan terpelajar. Ia menegaskan bahwa generasi sekarang memiliki modal yang lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dulu, hampir seluruh penduduk buta huruf, namun saat ini Indonesia memiliki 25 juta mahasiswa dan hampir 3.000 perguruan tinggi.
Sayangnya, capaian demokrasi hasil Reformasi dalam satu dekade terakhir tidak dirawat dengan baik. KPK dilemahkan, penegakan hukum melemah, parlemen kehilangan kontrol, dan partai politik menjadi arena transaksi elite. Sudirman menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan “lubang hitam” yang harus segera diatasi.
Kepemimpinan Intrinsik: Kekuatan yang Sejati
Menurut Sudirman, penting bagi pemimpin untuk memiliki kepemimpinan intrinsik. Hal ini berarti bahwa kepemimpinan didasarkan bukan pada jabatan atau otoritas, melainkan pada nilai-nilai, integritas, kompetensi, dan kemampuan untuk menggerakkan orang lain. Masyarakat akan mengikuti pemimpin tersebut bukan karena kekuasaannya, tetapi karena pengaruh dan wibawanya. Ini adalah kekuatan personal yang melekat pada individu, bukan karena jabatannya.












