Organisasi Penerbangan Sipil Iran memastikan penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai-maskapai negaranya tetap berjalan sesuai jadwal mulai awal Oktober 2026. Kepastian itu disampaikan ketika ancaman sanksi Amerika Serikat berpotensi mengganggu operasional penerbangan Iran di berbagai negara.
Dalam keterangan yang dilaporkan kantor berita ISNA dan dikutip Middle East Eye, Rabu, 23 September 2026, organisasi tersebut menyatakan belum ada penerbangan internasional maskapai Iran yang dibatalkan. Otoritas penerbangan Iran juga menegaskan belum menerima instruksi untuk menghentikan layanan internasional.
Iran sebut penerbangan masih berjalan normal
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengatakan seluruh penerbangan masih mengikuti jadwal yang telah diumumkan. “Seluruh penerbangan masih beroperasi sesuai jadwal yang telah diumumkan,” demikian bunyi keterangan resmi organisasi tersebut.
Pernyataan itu juga memuat penegasan bahwa penumpang akan menerima pemberitahuan lebih dahulu jika terjadi perubahan terhadap jadwal penerbangan. “Penumpang juga akan diberi tahu terlebih dahulu apabila terdapat perubahan pada jadwal penerbangan,” demikian keterangan resmi Iran.
Dengan posisi tersebut, otoritas penerbangan Iran menyatakan layanan penerbangan internasional tetap berlangsung, termasuk memasuki awal Oktober. Tidak disebutkan dalam keterangan itu adanya rute tertentu yang dihentikan atau maskapai Iran yang telah membatalkan penerbangan.
AS ancam hentikan operasi maskapai Iran
Pernyataan Iran muncul setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyampaikan bahwa seluruh maskapai komersial Iran akan menghentikan operasinya di seluruh dunia mulai Rabu, 23 September 2026. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari sanksi sekunder yang berkaitan dengan isolasi penerbangan sipil Iran.
“Pada 23 September 2026, semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia,” kata Bessent kepada jaringan televisi CNBC.
Bessent juga memperingatkan bandara internasional yang tetap melayani pesawat Iran. Menurut dia, bandara-bandara tersebut dapat dikeluarkan sepenuhnya dari sistem perbankan Amerika Serikat jika memaksa untuk tetap menerima penerbangan Iran.
Ancaman itu mencakup operator asing yang menyediakan berbagai layanan bagi pesawat Iran. Bessent mengatakan operator dapat menghadapi risiko kehilangan akses ke sistem kliring dolar AS apabila tetap mengisi bahan bakar pesawat, menyediakan fasilitas pendaratan, atau menjual tiket penumpang untuk penerbangan maskapai Iran.
Hingga keterangan Organisasi Penerbangan Sipil Iran disampaikan, tidak ada instruksi penghentian penerbangan internasional dan belum ada pembatalan yang diumumkan oleh maskapai-maskapai Iran. Otoritas Iran menyatakan perubahan jadwal, jika terjadi, akan diinformasikan kepada penumpang terlebih dahulu.












